Monday, December 3, 2012

Askep Osteoporosis




A.  Definisi
·      Osteoporosis adalah gangguan metabolisme tulang sehingga massa tulang berkurang. Komponen matriks tulang berkurang. Resorpsi terjadi lebih cepat daripada formasi tulang, sehingga tulang menjadi tipis ( Pusdiknes, 1995).
·      Osteoporosis  adalah kelainan dengan penurunan massa tulang total, dimana terdapat perubahan pergantian tulang homeostasis normal, kecepatan resorpsi tulang lebih besar daripada kecepatan pembentukan tulang, yang mengakibatkan penurunan massa tulang total ( Brunner & Suddarth, 2000 )
·      Jasi, osteoporosis adalah kelainan atau gangguan yang terjadi karena penurunan massa tulang total.

Insiden/prevalensi
·      Insiden penyakit ini lebih besar terjadi pada wnita daripada laki-laki ( 5:1 ).
·      Wanita mmiliki resiko tinggi daripada laki-laki karena wanita memiliki massa tulang yang sedikit.
·      Morbiditas untuk klien lansia dengan faktur panggul > 50 %.

Klasifikasi/osteoporosis
·      Osteoporosisi merupakan osteopenia (Kehilangan massa tulang) yang bersifat iireversibel.
·      Ada dua tipe osteoporosis, yaitu :
1.    Osteporosisi primer = paling sering terjadi dan tidak b.d kondisi patologis yang mendasarnya.
Osteoporosis primer dibagi menjadi dua bagian, yaitu :   
Osteoporosisi primer Tipe I ( Post Menopause ), yang sering terjadi pada wanita usia 55-56 tahun, dan osteoporosis primer II ( Senite ), yang sering terjadi pada usia > 65 tahun pada wanita dan laki-laki ( 2:1 )
2.    Osteoporosis sekunder = ditimbulkan dari kondisi media tertentu seperti hiperparatoid, penggunaan obat kortikosteroid dalam jangka waktu lama
B.  Penyebab
·      Penyebab pasti osteoporosis belum diketahui, namun ada beberapa factor resiko yang diduga kuat menimbulkan osteoporosis
1.        Wanita yang telah menopause lebih sering terjadi osteoporosis sebagai akibat menurunnya kadar esterogen.
2.        Wanita kurus, memiliki bentuk badan tipis (Rata), dan khususnya mereka yang tidak melakukan exercise secara regular.
3.        Exercise = dapat menurunkan reasorbsi tulang dan menstimulasi pembentukan tulang
4.        Immobilisasi, seperti bedrest yang panjang, meningkatkan kahilangan massa tulang.
5.        Usia = karena disebabkan oleh menurunnya konsentrasi 1,25-dihydroxycholecalciferol (suatu metabolit vitamin D).
6.        Rendahnya kadar serum kalsitonin (suatu hormon yang disekresikan kelenjar tiroid untuk membantu memilihara kadar kalsium serum dalam batas normal)
7.        Defisiensi diet kalsium dan vitamin D = akan merangsang kelenjar paratoid untuk memproduksi PTH. PTH membawa dampak terhadap pelepasan kalsium dari matrik tulang. Rendahnya kalsiumdapat juga disebabkan oleh malabsorbsi karena penyakit atau obat-obatan, dan kurangnya kontak terhadap matahari.
8.        Konsumsi alkohol, dapat meningkatkan terjadinya asidosis yang membawa dampak terhadap meningkatnya kehilangan masa tulang.
9.        Intake caffeine yang berlebihan dapat meningkatkan kalsium melalui urin.
10.    Factor keturunan (herediter).

C.  Patofisiologi
·      Tulang merupakan jaringan yang bersifat dinamis. Sepanjang kehidupan manusia, tulang dibentuk melalui aktifitas osteoblas dan proses resorbsi dilakukan melalui aktifitas osteoklas.
·      Massa tulang atau densitas tulang mencapai puncaknya antara usia 30-35 tahun. Setelah massa puncak tersebut, simpanan kalsium pada tulang lepas yang diikuti oleh hilangnya kalsium dari tulang kompakta.
·      Massa tulang menurun sangat cepat pada wanita post menopause sebagai dampak hilangnya esterogen.
·      Kurang lebih 40%-45% massa tulang pada wanita akan menghilang selama kehidupannya. Hal ini menyebabkan sekitar 50% wanita usia lanjut >65% tahun mengalami osteoporosis
·      Dua teori perkembangannya penyakit osteoporosis yang sering dikemukakan adalah :
1.    Osteoporosis terjadi sebagai akibat menurunnya aktifitas osteoblas. Otesoblas atau sel pembentuk tulang memiliki masa hidup yang pendek atau tidak efesien pada klien yang menderita osteoporosis.
2.    Osteoporosis terjadi sebagai akibat meningkatnya aktifitas osteoklas (resorbsi tulang).

D.  Pengkajian
1.    Pengkajian riwayat
·      Perawat mengumpulkan data dari klien meliputi usia, jenis kelamin, dan ras.
·      Kaji bentuk tubuh (kurus), berat badan, tinggi badan, kebiasaan klien kontak dengan sinar matahari, kebiasaan penggunaan alcohol, kaffein, dan merokok.
·      Perawat mengumpulkan informasii tentang diet untuk menentukan intake sehari-hari, seperti kalsium dan vit.D. Tanyakan kebiasaan diet dan menu santapan harian klien. Tanyakan exercise klien.
·      Kaji riwayat penggunaan obat : kortikosteroid dalam jangka waktu lama, dan riwayat penyakit sebelumnya yang berkontribusi terhadap osteoporosis.
·      Kaji riwayat trauma/jatuh dan keadaan lingkungan klien dan aktifitas (exercise) kesehariannya.


2.    Pengkajian fisik
a.    Inpeksi dan palpasi tulang belakang.
·      Kaji apakah klien mengalami penurunan tinggi badan dan bandingkan ia pada saat berusia 20 tahunan (biasanya tinggi badan menurun 5-7 cm).
·      Adanya deformitas spinal biasanya klien mengluhkan nyeri pada pinggangnya/panggul terutama setelah mengangkat barang atau membungkuk.
·      Nyeri biasanya bersifat tajam atau dalam onset yang akut. Nyeri bertambah berat pada saat aktifitas dan mereda saat istirahat. Nyeri bagian belakang (pinggang0 b.d restriksi pergerakan spinal oleh satu atau lebih kompresi fraktur vertebrae.
·      Palpasi vertebrae, khususnya daerah torak bagian bawah dan lumbal biasanya meningkatkan rasa ketidaknyamanan klien.
·      Keterbatasan gerak dan deformitas spinal dapat menimbulkan dampak lain, spt : konstipasi, ditensi, abdomen, gangguan pernafasanpada kasus yang berat. Area fraktur yang paling sering terjadi antara T-8 dan L-3, dan ujung distal radisu da 1/3 proksimal tulang femur.

3.    Pengkajian psikososial
·      Kaji konsep diri klien terutama body image (gambaran diri), bila klien mengalami  kifosis berat.
·      Kaji adalah pembatasan interaksi social karena perubahan gambaran diri atau keterbatasan secara fisik.
·      Peruahan aktifitas seksual dapat terjadi sebagai dampak kurangnya harga diri atau rasa tidak nyaman dengan posisi saat hubungan seksual.
·      Karena osteoporosis beresiko fraktur, klien perlu diingatkan tentang aktifitasnya. Dampaknya dapat menimbulkan kecemasan dan ketakutan dalam pembatasan aktifitas fisik sosialnya.


4.    Pemeriksaan penunjang
·      Pemeriksaan darah : kalsium, vit.D, pospor, dan alkali fosfatase, serum protein, dan tes fungsi tirosid.
·      Pemeriksaan urine
·      X-ray dapat menunjukan hilangnya massa tulang dan adanya fraktur.
·      CT scan

5.    Penatalaksanaan
1.    Pemberian esterogen untuk mencegah kehilangan massa tulang. Esterogen diberikan 3-5 tahun setelah menopause, dan mempunyai efek samping menimbulkan kanker servik. Progesterone diberikan untuk meminimalkan kejadian kanker.
2.    Pemberian supplement kalsium, supplement Vit. D. sodium fluoride, kalsitonin jika indikasi.
3.    Terapi diet yang banyak mengandung kalsium, vit. D. menghindari konsumsi alcohol, merokok, dan caffeine.
Untuk klien yang telah mengalami fraktur dibutuhkan juga protein, vit. C, dan zat besi.

Diagnosis Keperawatan
Berdasarkan pengkajian, diagnosis keperwatan untuk pasien osteoporosis yang mengalami fraktur vertebra spontan sebagai berikut :
1.    Hambatan mobilitas fisik yang berhubungan dengan proses penyakit.
2.    Gangguan konsep diri : perubahan citra tubuh dan harga diri yang berhubungan dengan proses penyakit.
3.    Nyeri yang berhubungan dengan fraktur dan spasme otot.
4.    Resiko cedera (fraktur) yang berhubungan dengan tulang osteoporosis.
5.    Kurang pengetahuan tentang perawatan di rumah.




Intervensi Dan Implementasi Keperawatan
Intervensi dan implementasi keperawatan yang dilakukan sesuai dengan diagnosis yang ditemukan, seperti yang digambarkan pada tabel.


Diagnosis Keperawatan
Tujuan Keperawatan
Investasi Keperawatan
Hambatan mobilitas fisik
Dapat meningkatkan mobilitas dan aktivitas fisik
·      Gunakan matras dengan tempat tidur papan untuk membantu memperbaiki posisi tulang belakang.
·      Bantu pasien menggunakan alat bantu walker atau tongkat.
·      Bantu dan ajarkan latihan ROM setiap 4 jam untuk meningkatkan fungsi persendian dan mencegah kontraktur.
·      Anjurkan menggunakan brace  punggung atau korset, pasien perlu dilatih menggunakannya dan jelaskan tujuannya.
·      Kolaborasi dalam pemberian analgetik, esterogrn, kalsium, dan vitamin D
·      Kolaborasi dengan ahli gizi dalam program diet tinggi kalsium serta vitamin C dan D
·      Kolaborasi dengan petugas laboratorium dalam memantau kadar kalsium.
Gangguan konsep diri
Dapat menggunakan koping yang positif
·      Bantu pasien mengekspresikan perasaan dan dengarkan dengan penuh perhatian. Perhatian sungguh-sungguh dapat meyakinkan pasien bahwa perawat bersedia membantu mengatasi masalahnya dan akan tercipta hubungan yang harmonis sehingga timbul koordinasi
·      Klarifikasi jika terjadi kesalahpahaman tentang proses penyakit pengobatan yang telah di berikan. Klarifikasi ini dapat meningkatkan koodinasi pasien selama perawatan.
·      Bantu pasien mengindentifikasi pengalaman masa lalu yang menimbulkan kesuksesan atau kebanggaan saat itu. Ini dapat membantu upaya mengenal diri dan menerima diri kembali
·      Indentifikasi bersama pasien tentang alternative pemecahan masalah yang positif. Hal ini akan dapat mengembalikan rasa percaya diri.
·      Bantu untuk meningkatkan komunikasi keluarga dan teman.
Nyeri yang berhubungan dengan fraktur dan spasme otot
Nyeri reda

·      Anjurkan istirahat di tempat tidur dengan posisi terlentang atau miring.
·      Atur posisi lutut fleksi, meningkatkan rasa nyaan dengan relaksi otot.
·      Anjurkan posisi tubuh yang baik dan ajarkan mekanika tubuh
·      Gunakan korset/brace punggung, saat pasien turun dari temapt tidur.
·      Kolaborasi dalam pemberian analgesic untuk mengurangi nyeri.
Resiko cedera (fraktur) yang berhubungan dengan osteoporosis
Cedera tidak terjadi

·      Anjurkan melakukan aktifitas fisik untuk memperkuat otot, mencegah atrofi, dan memperlambat demineralisasi tulang progresif.
·      Latihan isometric dapat digunakan untuk memperkuat otot batang tubuh.
·      Anjurkan pasien untuk berjalan, mekanika tubuh yang baik, dan postur tubuh yang baik.
·      Hindari aktivitas membungkuk mendadak, melengok, dan mengangkat beban lama.
·      Lakukan aktivitas di luar ruangan dan di bawah sinar matahari untuk memperbaiki kemampuan tubuh menghasilkan vitamin D.
Kurang pengetahuan
Memahami osteoporosis dan program  pengobatan
·      Jelaskan pentingnya diet tepat, latihan, dan aktivitas yangs sesuai, serta istirahat yang cukup.


·      Jelaskan penggunaan obat serta efek samping obat yang diberikan secara detail.
·      Jelaskan pentingnya lingkungan yang aman. Misalnya lantai tidak licin, tangga menggunakan pegangan untuk mn\enghindari jatuh.
·      Anjurkan mengurangi caffeine, alcohol, dan merokok.
·      Jelaskan pentingnya perawatan lanjutan.

Evaluasi Keperawatan
Setelah dilakukan intervensi keperawatan diharapkan :
1.    Aktivitas dan mobilitas fisik terpenuhi
a.    Melakukan Rom secara teratur
b.    Menggunakan alat bantu saat aktivitas
c.    Menggunakan brace/korset saat aktivitas

2.    Koping pasien positif
a.    Mengekspresikan perasaan
b.    Memilih alternative pemecahan masalah
c.    Meningkatkan komunikasi

3.    Nyeri berkurang/hilang
a.    Mengalami peredaan nyeri saat istirahat
b.    Mengalami ketidaknyamanan minimal selama aktivitas sehari-hari
c.    Menunjukan berkurangnya nyeri tekan pada tempat fraktur.



4.    Tidak terjadi cedera
a.    Mempertahankan postur tubuh yang baik.
b.    Menggunakan mekanika tubuh yang baik.
c.    Latihan isometric.
d.   Berpartisipasi dalam aktivitas di luar rumah.
e.    Menghindari aktivitas yang menimbulkan cedera.

5.    Mendapatkan pengetahuan mengenai osteoporosis dan program pengobatan
a.    Menyebutkan hubungan asupan kalsium dan latihan fisik terhadap massa tulang.
b.    Mengkonsumsi kalsium dengan jumlah yang mencukupi.
c.    Meningkatkan latihan fisik.
d.   Mengetahui waktu perawatan lanjutan.

No comments :

Post a Comment

Terimakasih telah mengunjungi blog ini jangan lupa tinggalkan komentar anda disini....!!

JADWAL BOLA