Monday, December 3, 2012

PRINSIP UMUM PENANGANAN INFEKSI AKUT KASUS OBSTETRIK, SEPSIS dan SYOK SEPTIK


INFEKSI AKUT KASUS OBSTETRIK, SEPSIS dan SYOK SEPTIK

A.  ENDOMETRITIS
1.    Kadang-kadang lokia tertahan dalam uteruus oleh darah, sisa plasenta dan selaputketuban yang disebut lokiometra dan dapat menyebabkan kenaikan suhu.
2.    Uterus agak membesar, nyeri pada perabaaan dan lembek.

B.  SEPTIKEMIA
1.    Sejak permulaan, pasien sudah sakit dan  lemah.
2.    Sampai 3 hari pasca persalinan suhu meniingkat dengan cepat, biasanya disertai menggigil.
3.    Suhu sekitar 39-40 derajat selsius, keaddaan umum cepat memburuk, nadi cepat (140-160 kali per menit atau lebih).
4.    Pasien dapat meninggal dalam 6-7 hari paasca persalinan.

C.  PIEMIA
1.    Tidak lama pasca persalinan, pasien sudaah merasa sakit, perut nyeri dan suhu agak meningkat.
2.    Gejala infeksi umum dengan suhu tinggi sserta menggigil terjadi setelah kuman dengan emboli memasuki peredaran darah umum.
3.    Ciri khasnya adalah berulang-ulang suhu  meningkat dengan cepat disertai menggigil lalu diikuti oleh turunnya suhu.
4.    Lambat laun timbul gejala abses paru, pnneumonia dan pleuritis.

D.  PERITONITIS
1.    Pada peritonotis umum terjadi peningkataan suhu tubuh, nadi cepat dan kecil, perut kembung dan nyeri, dan ada defense musculaire.
2.    Muka yang semula kemerah-merahan menjadii pucat, mata cekung, kulit muka dingin; terdapat fasies hippocratica.
3.    Pada peritonitis yang terbatas didaerah  pelvis, gejala tidak seberat peronitis umum.
4.    Peritonitis yang terbatas : pasien demamm, perut bawah nyeri tetapi keadaan umum tidak baik.
5.    Bisa terdapat pembentukan abses.

E.  SELULITIS PELVIK
1.    Bila suhu tinggi menetap lebih dari satuu minggu disertai rasa nyeri di kiri atau kanan dan nyeri pada pemeriksaan dalam, patut dicurigai adanya selulitis pelvika.
2.    Gejala akan semakin lebih jelas pada perrkembangannya.
3.    Pada pemeriksaan dalam dapat diraba tahaanan padat dan nyeri di sebelah uterus.
4.    Di tengah jaringan yang meradang itu bissa timbul abses dimana suhu yang mula-mula tinggi menetap, menjadi naik turun disertai menggigil.
5.    Pasien tampak sakit, nadi cepat, dan nyeri perut.

F.   TROMBOFLEBITIS
Perluasan infeksi nifas yang paling sering ialah perluasan atau invasi mikroorganisme patogen yang mengikuti aliran darah di sepanjang vena dan cabang-cabangnya sehingga terjadi tromboflebitis.

G.  METRITIS
Metritis adalah infeksi uterus setelah persalinan yang merupakan salah satu penyebab terbesar kematian ibu. Bila pengobatan terlambat atau kurang adekuat dapat menjadi abses pelviks, peritonitis, syok septik, thrombosis vena yang dalam, emboli pulmonal, infeksi pelvik yang menahun, dispareunia, penyumbatan tuba dan infertilitas.

H.  PROGNOSIS
Prognosis baik bila diatasi dengan pengobatan yang sesuai. Menurut derajatnya, septikemia merupakan infeksi paling berat dengan mortalitas tinggi, diikuti peritonitis umum dan piemia.
Sumber :
Kapita Selekta Kedokteran. Editor Mansjoer Arif (et al.) Ed. III, cet. 2. Jakarta : Media Aesculapius. 1999. 

No comments :

Post a Comment

Terimakasih telah mengunjungi blog ini jangan lupa tinggalkan komentar anda disini....!!

JADWAL BOLA